Tentang Kami

Pernahkah kamu bertanya, jika negara kita adalah negara yang kaya, mengapa kemiskinan masih ada? Jika keadilan dan hukum tegak, mengapa masih ada kejahatan dan penindasan? Jika negara kita memang berasaskan kemanusiaan yang adil dan beradab mengapa masih ada pelanggaran hak asasi manusia?

Pertanyaan-pertanyaan itu barangkali pernah kita pertanyakan, pernah kita pikirkan dan pernah kita utarakan. Tapi tak ada yang benar-benar bisa menjawab, tak ada yang benar-benar bisa memberi tahu kita mengapa.

Pelan-pelan kita generasi muda “dipaksa menerima” bahwa negara ini sedang baik-baik saja, semua damai sejahtera. Kepada kita generasi muda, dikatakan bahwa mereka yang sedang protes di Papua adalah kaum separatis, bahwa mereka yang dibantai di Aceh adalah pemberontak, bahwa mereka yang dibunuh di Timor Leste adalah pengacau, mereka yang diculik sepanjang peristiwa ‘98 adalah pengkhianat negara yang harus dibasmi, mereka yang terbunuh di tahun 65 dan sesudahnya adalah sebuah keharusan zaman yang tidak bisa diganggu gugat. Sehingga kejahatan kepada mereka harus dilakukan, hak hak mereka sebagai manusia dilucuti, dan kita dibuat untuk “melupakan” mereka.

Tapi kebenaran seperti apa yang hendak kita ingat?

Dalam sebuah sajaknya penyair besar Wiji Thukul pernah berkata “Jika kita menghamba pada ketakutan / Kita memperpanjang barisan perbudakan.” Kebenaran yang kita terima hari ini adalah kebenaran versi penguasa. Ada kebenaran-kebenaran lain yang menunggu dicari, menunggu diketahui dan menunggu untuk disebarkan. Kebenaran perihal siapa dan apa yang sebenarnya tengah terjadi di republik ini.

Ayo Gabung ke kami Biar Jadi mimpi Buruk Presiden!” – Wiji Thukul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>